Jumat, 08 April 2016

Bacin

Masihkah aku di sini..
Mengharap pamrih selalu tangan kalian..
Menunggu ikhlas uluran kalian..

Aku juga manusia..
Aku malu, jika harus begini'
Membuka mata aku pun malu,
Karna yg ku lihat hanyalah kebaikan kalian dan kebodohan diri ku sendiri..
Hingga kini aku mencoba tertidur lebih dalam agar waktu yg panjang ku nikmati dengan mimpi-mimpi ku..

apa kabar kalian, orang sepertiku..

Apa kabar kalian, orang sepertiku..

Apa yang telah dilakukan manusia sepertiku..
Menjilat rasa nya tidak akan bias,
Bermimpi rasanya sangat lelah ,
Dan menanti rasa nya tidak mudah..

Apa yang telah kalian lakukan , manusia sepertiku..
Aku butuh wejangan dan pengertian tentang dirimu..
Aku belum mengerti apa tujuan mu,
Dan aku belum bisa menerjemahkan diriku sperti kamu dan orang seperti ku lain nya..

Jika aku mati,
Bisakah aku bertemu kalian..
Untuk bertanya seberapa berkesan nya hidup yang kalian lakukan..
Sehingga banyak orang yang ingin sepertiku dan kalian..
Jika perlu di benci,
Kenapa tidak, jika itu menjawab semua apa yang aku pertanyakan pada kalian..


Untuk kalian penikmat cundang, dan manusia yang di pecundangi pecundang..

x

Sandiwara Ultimatum Kehidupan..

Elegy ku..

Menerjemahkan hati serumit mencari bunga ter;indah diladang bunga indah..
Bermimpi pasti, selelah berjalan lurus tanpa garis finish,
Menunggu keajaiban, sebusuk apel yang didiamkan beratus –ratus hari.

Lalu apa yang dapat di persalahkan,
Tidak ada,
Karna jawaban untuk dunia ini adalah ikuti saja alur nya..
Itulah jawaban para penista agama, dan pecundang hidup di dunia..

Untuk mereka penjilat dan pemenang kebohongan ,
Lawan saja ,
Lawan saja hukum mu, hukum yang telah di buat kalian sendiri..
Menang lah jika itu harus menginjak harga dirimu, keluarga dan karib mu..

Dan untuk mereka penikmat hidup,
Berbahagia lah,
Bahagiakan dirimu, bahagia kan mereka yang harus kamu berikan kebahagian..
Pergilah dengan senyuman..
Dan matilah dengan kebahagiaan,
Maka akan banyak yang mengenangmu dengan senyuman..


Hentak Aku

Hentak aku..

Jika kita ingin menang kita harus melupakan nya..
Semua tentang apa yg sudah membuat kita besar kepala dan membuat kita menyesal dan yg telah mebuat kita menteskan air mata..
Maaf kan mereka dan lanjutkan saja hidup mu..
Hidup yang telah kamu pilih…


Aku merasa dalam penjara ..
Penjara ketakutan yang entah sampai kapan aku di bebas kan
Yang aku ingat hanya aku ingin menemui mereka, tanpa meraka berkunjung ke tempatku saat ini..
Iya lah mereka kekuatan ku, (m0m, family, sahabat dan cinta)

Aku telah berjanji pada nya,
Pada hujan yang hanya bias ku pandang,
Pada gelap yang jatuh setiap malam,
Pada diriku yang tenggelam..

Hentak aku..
Lempar aku..
Dan caci maki aku dari kebisingan ini ..
Hingga aku terlepas dari jerat lumpur liar yang
Tak pernah membebaskan ku..

Aku lelah di pecundangi,
Aku lelah di injak,

Dan aku lelah di andalkan oleh para penjilat…