Rabu, 12 April 2017

AKU , KAU DAN WAKTU

Masihkah kita akan berdiskusi dengan banyak hati yang begitu sangat menemani
Dengan senyum saja rasanya tak pernah terpuaskan..

Jika hati yang terpaut menaruh benci apakah harus di persalahkan,
apakah harus di acuhkan atau
apakah harus menamai diri sang pengecut..

lalu apakah dengan itu hati nya akan mengerti tentang sebuah keadaan..
hatinya akan mengerti soal waktu, soal rindu yang memang benar di persulit..

lalu siapa yang harus disalahkan..
 Aku, Kau atau Waktu...

Mengertilah tuhan menaruh rindu pada cinta agar kita merasakan sakit sebelum bahagia..
atau dengan istilah lain puncak ada setelah perjuangan..

Masihkah kau akan menyalahkan ku, atau menyalahkan waktu..
tanpa befikir apa yg juga harus kau ubah dalam dirimu..

aku begini dan kau, begitu..
lalu waktu tak pernah mengenal kita..

Geram ingin Hil;ang

Geram ingin Hilang

Adakah yang sedang menunggu dia pulang..
sambil berkabar dia telah banyak di hanyutkan kegeraman..
lalu sebagiannya berkata, dia tetap saja belum merdeka..

Lalu dengan lantang dia menuntut rindu,
adakah kabar tentangnya di koran atau majalah pagi tadi..
lalu sebagian nya pula berkata kamu belum puas untuk pergi..

Lantas dia bergegas mengemas rapuh,
dengan jejak yang di hilangkanya dari sudut kota ataupun desa..
namun sebagian nya berkata, dia tidak waras dan hilang akal sehat ..


Dalam kerumunan rindang lantas dia berteriak pada waktu...
"Memang benar, dunia akan tetap berjalan biasanya ....

 dan aku belum benar-benar di butuhkan"