Minggu, 29 Mei 2016

bukan aku



Ada manusia yang dengan pede ny mengatakan cinta..
Ada manusia yang dengan pede nya dia bercinta,
Ada pula yang tidak ada malu mendua ..
Benarkah hati ini akan sesuka hati,
Memilih wanita seperti mereka..

Rasanya aku tidak bisa,
Gaya merayuku pun tak sebebas merpati di sana..
Dan keberanian ku tak setangkas kucing cita..

Terima kasih, aku cukup dengan begini saja..

untuk lampung





Tak mudah menahan rasa ini,
Kegalauan telah melenyapkan ku pada satu sisi..
Yaitu hati..

Kau telah mengerti, arti meninggalkan dengan tangisan..
Dan aku telah berlari, dari kenyamanan hatimu..
Karna lebih sulit bagiku menjadikan sahabat seorang musuh,
Di banding memilih mu demi ke egoan ku..

Aku mengerti sulit menjadi dirimu,
Namun aku merasa kau akan lebih sulit dalam posisi ku..
Biar semua hilang bagai mimpi semalam,
Biar semua hilang seperti embun pagi,
Mungkin akan ada harapan di lain lusa nanti..


jangan kelam dan tenggelam





Hati ini memiliki pasangan,
Dan juga pemilik nya..
Jangan biarkan aku tenggelam dalam kelam,
Jangan biarkan aku sendiri dalam sepi tak bertepi..
Jangan lihat aku mati berdiri,
Jangan dengar aku teriak menangis,
Jangan sangka aku bahagia,
Jangan pernah aku merasa  di dua..
Jangan lagi aku tenggelam dalam kelam..
Karna kau pemilik sekeping hati bukan banyak nya hati..

Hari Itu



3 jam yang lalu, kita masih bersenda gurau ..
Menepuk kepala, sambil tersenyum indah
Tapi suasana itu berubah, ketika aku merubah nya menjadi keheningan..

Berfikir rintih, tentang masa depan..
Masa mana yg kita rindukan,
Saat kehancuran dan perpisahan kiita bicarakan..
Terasa berat rasanya untuk di lanjtukan
Hingga kita sepakat untuk menutup telpon itu..
Dan berbayang tentang masa itu
Dalam pikiran hening malam 12 mei 2016,
Di kamar masing-masing dengan kerinduan jarak yang memisahkan…