Minggu, 27 Desember 2015

Plin plan

ada kala aku butuh
kesunyian,

ada kala aku butuh
keramaian,

saat itu aku hanya butuh,
Harapan..

Putuskan saja

Setelah hujan menghujatku..
Dan sepi menampar ku..
Akan kah kau tetap berlari dengan kebahagiaan mu..
Menuntun aku pada lorong kebosanan yg tak kunjung usai..
Melewati labirin-labirin kehampaan yg tak ada ujung nya..

Aku lelah menapikan nya..
Memunafikan diriku dalam keramaian, menuntut ku untuk tegar dalam ketidakberdayaan..

Cukup, jika menyudahi aku begitu sulit..
Tolong hantam aku dengan keterpaksaan, lalu hantam aku dengan kata berhentilah...
Agar tidak hanya aku yg merasa letih, namun kau juga...

29/11/05

Jumat, 11 Desember 2015

Kalianlah

Aku masih sedang
mengembara dalam angan..
Menyibak tabir kenyamanan..
Meniup asa dalam ketenangan..
Menggenggam mimpi, dan menarik penghargaan yg akan hilang..
Memupuk rindu dan menyambut hari yg penuh keajaiban..

Yang terdorong oleh keluarga dan kalian sahabat terpilih..

Pikiran

Semoga apa yg aku jadikan tujuan adalah kebenaran..
Yg aku jadikan perjalanan adalah kemajuan..
Yg aku jadikan keinginan adalah kenyataan..

Dalam hidup
yg mati adallah pemenang..
Dan yg menyerah adalah yg kalah."

11 des,

Kamis, 10 Desember 2015

Pagi aral

Dari semua mimpi yg di harapkan nya,
Adalah sebuah perjalanan yg  hebat..
pemimpi yg tangguh adalah yg menggunakan kaki nya untuk berjalan..
Pemenang yg kuat menggunakan lutut nya untuk menopang..
Pemimpin yg bijaksana menggunakan leher kaki nya untuk berbalik..
pendaki yg super menggunakan telapak kaki nya untuk menapak dan betis nya untuk menahan..

Mereka yg diatas, adalah perindu keajaiban..
Mereka penggila kebebasan..
Mereka penikmat waktu..

mereka,
Membenci keramaian yg palsu..
menghujat kemunafikan..
Menodong kemewahan..
Dan mentidakkan penjajahan..

Jika di bolehkan, aku ingin menjadi mereka..
Karna dalam satu detik pun aku tak bermimpi aku terasa mummy..
Dan karna dalam satu menit pun aku di jajah aku merasa marah.
Dan karna dalam satu jam aku tak berdiri aaku terasa mati..

"Lambat tertinggal,
  Malas tertindas,
   Berhenti mati,"
Ex.(kedai kopie perjoengan).

Selasa, 08 Desember 2015

Hiraukan

Gue tau dan gue yakin, satu per satu kebahagian itu pasti akan hilang dan di gantikan kebahagiaan yg lain.. # God knows better=-)<

Pagi apartemen 39..

Subuh ini masih ku panggil namamu..
Masih ku bayangkan, sentuhan hangat mu..
Mah ade rindu..

Tsabit masih terlihat pukul 4 ini,
Tetap setia bintang, venus dan merkurius yg ku lihat ..
Di atap barisan hasil karya manusia..
Aku memandangnya..
Di temani udara nya, yg masih halus..
Dan payung hitam bergeser menjadi biru..

Kekerasan tempat ini membuat ku untuk tetap bertahan, pada poros manusia mewah..

Sbnarnya aku ingin berjalan di malam gelap, namun masih ku rasa keresahan.

Aku butuh cahaya , dan kan ku tunggu itu..
Sampe panas nya menyengat sekujur tubuh...

Minggu, 06 Desember 2015

Putuskan saja

Setelah hujan menghujatku..
Dan sepi menampar ku..
Akan kah kau tetap berlari dengan kebahagiaan mu..
Menuntun aku pada lorong kebosanan yg tak kunjung usai..
Melewati labirin-labirin kehampaan yg tak ada ujung nya..

Aku lelah menapikan nya..
Memunafikan diriku dalam keramaian, menuntut ku untuk tegar dalam ketidakberdayaan..

Cukup, jika menyudahi aku begitu sulit..
Tolong hantam aku dengan keterpaksaan, lalu hantam aku dengan kata berhentilah...
Agar tidak hanya aku yg merasa letih, namun kau juga...

29/11/05

Kamis, 03 Desember 2015

Masih ku anggap kecil, nak

Mama...
Kalau nnti aku dewasa aku ingin seperti papa, yg selalu ada buat kita..
Mama...
Kalo nnti aku seumur papa , aku ingin membelikan istriku rumah dan perhiasan mewah, seperti mama..
Mama..
Kalo aku tua, aku ingin menjadi orang sukses dan ga akan menangis lagi ttg kesakitan pada mama..

Tapi sepertinya akan sulit..
Masa kecil ku pun saja, sulit untuk aku jalani..  saat kalian membuat kan ku sebuah kamar untukku, aku menangis rasa nya aku terasa di asingkan di sini..
Masa muda ku pun berat, saat di perantauan waktu yg biasanya untuk tidur aku gunakan untuk menangisi kalian yg jauh di sana.
Apalagi dgn masa tua ku, saat aku dan istriku telah membuat rumah sendiri untuk kita, kalian akan terasa sulit untuk kami bawa karna tak ingin meninggalka rumah..

Mama, papa...
Terima kasih untuk selalu mengatakan bahwa...

" saat dimanapun kau, seberapa jauh pun kau, seberapa laparkah kau dan seberapa sakit kah kau anakku, kau tetaplah 'tanggungjawab kami' .. sampai kami tak bernafas lagi, karna sampai waktu manapun kau kami anggap tetaplah anak kecil kami..

puisi jalang

Sejalang itukah Aku..


Menemani penderitaan ku,

mengusik keberadaan dunia bagiku..

bersenandung rindu yang tak kunjung geliak..

ingin sebenarnya,


Kau terlalu menutupi paras kejalangan ku..

menindih tumpuan beban nafsu di dalam ku..

entah Emosi apa yang kau ciptakan,

aku hnya merasa kau yang membuat segalanya suram..


kejalangan ku tak berhenti di situ,

Kau tahu arti racun yang ku pegang,

Kau tahu binatang apa yang merasuk..

hingga kejalangan ku kau yang terbitkan..

terekspos dalam pencitraan ku..


aku si jalang yang kau ciptakan, tak berbaju dan tak lagi muda..